Spesifikasi Google Pixel 8A, HP Biasa yang Terlalu Pintar untuk Diremehkan
Berita baik buat kamu yang naksir Google Pixel tapi dompetnya sering batuk-batuk. Google Pixel 8a datang sebagai juru damai antara hasrat teknologi dan realita saldo rekening. Ia bukan ponsel sultan, tapi juga jelas bukan kaleng-kaleng.
Pixel 8a ini ibarat temen nongkrong yang kelihatannya santai, tapi pas diajak ngobrol ternyata wawasannya luas. Dari luar tampak kalem, tapi di dalamnya banyak hal cerdas yang bikin mikir, “kok bisa ya HP segini pinter amat?”
Mari mulai dari layar, karena hidup modern dimulai dari scroll. Pixel 8a dibekali layar OLED 6,1 inci dengan resolusi Full HD+. Warnanya cerah, hitamnya pekat, dan cukup nyaman buat baca timeline sampai lupa waktu.
Yang bikin agak nyengir, refresh rate-nya sudah 120Hz. Ini penting, karena mata kita sekarang sudah manja. Sekali terbiasa layar mulus, balik ke 60Hz rasanya kayak naik motor tanpa shockbreaker.
Soal desain, Pixel 8a masih setia dengan gaya minimalis khas Google. Modul kamera belakangnya melintang seperti alis tebal, yang entah kenapa malah jadi ciri khas. Bagian belakangnya berbahan plastik, tapi plastik yang niat, bukan plastik mainan.
Bobotnya ringan dan enak digenggam. Cocok buat kamu yang jarinya pendek tapi mimpinya tinggi. HP ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP67, jadi aman dari cipratan air dan debu kehidupan.
Masuk ke dapur pacu, Pixel 8a ditenagai chipset Google Tensor G3. Ini chipset yang sama dengan Pixel 8 dan 8 Pro, jadi secara otak, dia tidak merasa minder. Performanya cukup ngebut untuk kebutuhan harian sampai multitasking agak niat.
Buka aplikasi berat, pindah-pindah tab, atau edit foto sambil sok sibuk, semua bisa dilibas. Memang bukan buat ngejar skor benchmark, tapi buat dipakai sehari-hari, rasanya stabil dan dewasa.
RAM 8 GB yang dibawanya juga terasa cukup lega. Bukan yang bikin pamer, tapi juga tidak bikin panik. Penyimpanan internal tersedia dalam opsi 128 GB dan 256 GB, tanpa slot microSD, karena Google percaya kamu harus ikhlas.
Urusan kamera, inilah bagian favorit umat Pixel. Kamera utama 64 MP-nya memang bukan yang terbesar di kelasnya, tapi hasil fotonya sering bikin HP lain minder. Warna natural, detail tajam, dan HDR yang pintar tanpa terlihat maksa.
Kamera ultrawide 13 MP-nya cukup bisa diandalkan untuk foto rame-rame. Distorsinya terkendali, dan warnanya masih konsisten dengan kamera utama. Cocok buat foto tongkrongan yang pengen kelihatan akrab walau aslinya baru kenal.
Kamera depan 13 MP juga tidak kalah sopan. Selfie terlihat natural, tidak lebay, dan tidak bikin wajah berubah jadi alien. Video call juga terlihat jernih, cocok buat rapat online sambil pura-pura serius.
Soal video, Pixel 8a mendukung perekaman hingga 4K. Stabilisasinya cukup mantap, apalagi dengan bantuan software khas Google. Buat kamu yang hobi bikin konten tapi males ribet, ini sudah sangat membantu.
Baterainya berkapasitas 4.300 mAh. Angka yang terdengar biasa, tapi performanya cukup awet berkat optimasi sistem. Dipakai seharian untuk chatting, browsing, dan sedikit foto, masih bisa bertahan sampai malam.
Pengisian dayanya memang bukan yang ngebut. Fast charging-nya standar, tidak bikin kagum, tapi juga tidak bikin emosi. Ada wireless charging juga, buat kamu yang suka taruh HP sambil berharap baterainya penuh sendiri.
Sistem operasi sudah pasti Android murni. Tidak ada iklan, tidak ada aplikasi bawaan aneh, dan tidak ada drama. Rasanya bersih, ringan, dan enak dipakai, seperti rumah yang habis disapu.
Yang bikin Pixel 8a makin menarik adalah janji update software hingga 7 tahun. Ini seriusan panjang. Artinya, HP ini bisa nemenin kamu dari jomblo sampai nikah, atau dari skripsi sampai resign pertama.
Fitur AI khas Google juga jadi nilai jual utama. Mulai dari Magic Editor, Best Take, sampai fitur pengolah foto yang terasa seperti punya asisten pribadi. Semua berjalan lokal dan cukup responsif.
Sensor sidik jarinya ada di bawah layar. Tidak paling cepat, tapi cukup akurat. Face unlock juga tersedia, meski lebih cocok buat kondisi terang.
Audio speakernya stereo dan suaranya cukup lantang. Tidak akan menggantikan speaker bluetooth, tapi buat nonton atau dengerin podcast sudah lebih dari cukup.
Secara keseluruhan, Google Pixel 8a adalah HP yang tidak teriak-teriak minta diperhatikan. Ia tenang, percaya diri, dan fokus pada pengalaman pengguna. Cocok buat kamu yang capek dengan HP yang kebanyakan gimmick.
Pixel 8a ini bukan soal siapa paling kencang, tapi siapa paling konsisten. Ia tidak mencoba jadi segalanya, tapi berhasil jadi apa yang dibutuhkan banyak orang. Dan kadang, itu sudah lebih dari cukup.
| Kategori | Spesifikasi |
|---|---|
| Nama Model | Google Pixel 8a |
| Layar | OLED 6,1 inci (1080 × 2400), 120 Hz, HDR, Gorilla Glass 3, ~430 ppi |
| Refresh Rate | 120 Hz |
| Brightness Puncak | Hingga 2.000 nits (peak) |
| Chipset (SoC) | Google Tensor G3 (4 nm) |
| CPU | Nona-core (1 × 3.0 GHz Cortex-X3 + lainnya) |
| GPU | Immortalis-G715s MC10 |
| RAM | 8 GB (LPDDR5X) |
| Storage Internal | 128 GB / 256 GB (UFS 3.1) |
| Slot microSD | Tidak ada |
| Sistem Operasi | Android 14 (dengan update panjang) |
| Kamera Belakang | Dual: 64 MP (utama, OIS, PDAF) + 13 MP (ultrawide) |
| Kamera Depan | 13 MP |
| Rekaman Video | 4K @60 fps |
| Baterai | 4.492 mAh (typical) |
| Pengisian | 18 W kabel, 7.5 W wireless |
| Konektivitas | 5G, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3, NFC, USB-C |
| Sensor | Sidik jari under-display, akselerometer, gyro, proximity, compass |
| Bobot & Dimensi | ~152.1 × 72.7 × 8.9 mm; ~188-189 g |
| Sertifikasi | IP67 (air & debu) |
| Warna | Obsidian, Porcelain, Bay, Aloe |
| Fitur Lain | AI eksklusif Google, update OS hingga ~7 tahun |
Posting Komentar untuk "Spesifikasi Google Pixel 8A, HP Biasa yang Terlalu Pintar untuk Diremehkan"